Monday, June 14, 2021

Teks Cerpen

 

1.     Bacalah kutipan cerpen “Udara seperti membeku ….” pada buku halaman 106, kemudian tentukan tema dari kutipan tersebut.

Udara seperti membeku di Edelweiss Room, sebuah kamar rawat inap, di RS Fatmawati, Jakarta Selatan. Dan, di tempat tidur yang serba putih, Novia terbaring beku dalam waktu yang juga membeku. Ia tidak berani menghitung lagi berapa kali jarum jam di ruangan itu melewati angka dua belas, makin mendekati ajalyang bakal menjemputnya.

Dokter telah memprediksi usianya tinggal sekitar sebulan karena leukemia yang akut, dan satu-satunya yang ia tunggu dari kekasihnya adalah sekuntum mawar biru. A, mawar biru. Bukan mawar merah atau putih. Dan, hanya sekuntum, bukan seikat atau sekeranjang.

Tapi, adakah mawar berwarna biru? Sang kekasih, Norhuda, sebenarnya tidak yakin. Yang pernah ia lihat adalah mawar merah, putih, atau kuning. Ketiganya tumbuh dan berbunga lebat di halaman rumahnya. Tapi, mawar biru? Ia tidak yakin. Bunga berwarna biru yang pernah ia lihat hanya anggrek bulan dan anyelir. Itu pun bukan persis biru, tapi keunguan.

Robohnya Surau Kami – A.A. Navis

 

KUTIPAN

TEMA

PENJELASAN

1

Tema cuplikan cerpen tersebut adalah keinginan tokoh seorang wanita yang terkena leukemia akut untuk mendapatkan mawar biru.

 

 

Tema tersebut diketahui dari pemikiran tokoh Novia yang diceritakan secara naratif oleh penulis. Menjelaskan keadaan pasien yang sakit. (Latarnya bertempat di rumah sakit) (Kalimat pertama paragraph ke-2)

 

2.   Bacalah kutipan cerpen “Semua jadi pucat pasi ….” pada buku halaman 108, kemudian tentukan amanat dari kutipan tersebut.

Semuanya jadi pucat pasi tak berani berkata apa-apa lagi. Tahulah mereka sekarang apa jalan yang diridai Allah di dunia.

Tetapi Haji Saleh ingin juga kepastian, apakah yang dikerjakannya di dunia ini salah atau benar. Tetapi ia tak berani bertanya kepada Tuhan, ia bertanya saja pada malaikat yang menggiring mereka itu.

“Salahkah menurut pendapatmu, kalau kami menyembah Tuhan di dunia?” Tanya Haji Saleh.

“Tidak. Kesalahan engkau, karena engkau terlalu mementingkan dirimu sendiri. Kau takut masuk neraka, karena itu kau taat bersembahyang. Tapi engkau melupakan kehidupan kaummu sendiri, melupakan kehidupan anak istrimu sendiri, hingga mereka itu kocar-kacir selamanya. Itulah kesalahanmu yang terbesar, terlalu egoistis. Padahal engkau di dunia berkaum, bersaudara semuanya, tapi engkau tak memedulikan mereka sedikit pun.”

Robohnya Surau Kami – A.A. Navis

 

KUTIPAN

AMANAT

PENJELASAN

1

Tidak mementingkan diri sendiri

 

Karena Haji Saleh meninggalkan keluarganya demi dirinya sendiri.

 

2

Beribadah dengan benar

 

 

Karena Haji Saleh beribadah bukan karena ketulusan hatinya tetapi karena ia takut masuk neraka.

 

3.    Bacalah kutipan cerpen “Tapi seperti kamu juga, ….” pada buku halaman 110, kemudian tentukan alur dan plot dari kutipan tersebut.

“Tapi seperti kamu juga, apa yang disebutnya tidak dimasukkan ke hatinya, bukan?”

“Ada, Tuhanku.”
“Kalau ada, mengapa biarkan dirimu melarat, hingga anak cucumu teraniaya semua? Sedang harta bendamu kau biarkan orang lain mengambilnya untuk anak cucu mereka. Dan engkau lebih suka berkelahi antara kamu sendiri, saling menipu, saling memeras. Aku beri engkau negeri yang kaya raya, tapi kau malas. Kau lebih suka beribadat saja, karena beribadat tidak mengeluarkan peluh, tidak membanting tulang. Sedang aku menyuruh engkau semuanya beramal di samping beribadat.

Bagaimana engkau bisa beramal kalau engkau miskin? Engkau kira aku ini suka pujian, mabuk disembah saja, hingga kerjamu lain tidak memuji-muji dan menyembah-Ku saja. Tidak. Kamu semua mesti masuk neraka! Hai malaikat, halaulah mereka ini kembali ke neraka. Letakkan di keraknya.”

Semuanya jadi pucat pasi tak berani berkata apa-apa lagi. Tahulah mereka sekarang apa jalan yang diridai Allah di dunia.

Robohnya Surau Kami – A.A. Navis

 

KUTIPAN

ALUR

JENIS KONFLIK

PENJELASAN

1

Maju

Konflik sosial

 

Ada tokoh lain yang menasihati bahwa beribadah saja tidak cukup untuk menopang kehidupan kita, kita tetap perlu bekerja keras disamping beribadah saja.

 

 

4.     Bacalah kutipan cerpen “Deg! Jantung Leya ….” pada halaman 111, kemudian tentukan penokohan dari kutipan tersebut.

Deg! Jantung Loya bagai berhenti berdetak, beberapa saat. Kemudian keras, menyesakkan napasnya. Tubuhnya tegak kaku di bangkunya matanya berputar cepat, memandang ketiga orang yang duduk di sekitarnya dengan perasaan campur aduk: cemas, gelisah, juga penasaran. Sejenak muncul keraguan di hatinya, tak percaya pada apa yang di gadis itu. Tapi sikap gadis itu dan ketakutan yang terpancar jelas di waish matanya menghapus keraguan Leya. la yakin, sangat yakin, gadis itu benar dalam bahaya. Tapi bahaya apa? Dan, apa dia mau menolong? Dan menundukkan kepalanya, berpura-pura membaca, lalu berusaha menenane perasaannya dengan menarik napas dalam-dalam dan mencoba memik bagaimana ia harus bersikap. Seluruh kegembiraannya dalam perjalanan liburan ini, lenyap sudah. Ketenangannya betul-betul terganggu.

 

KUTIPAN

WATAK TOKOH

CARA PENGGAMBARAN

1

Loya : Mudah khawatir

 

Dijelaskan secara langsung pada kalimat ke-3

 

 

 

5.    Carilah penjelasan mengenai nilai-nilai yang terkandung dalam teks cerpen!

NO.

JENIS NILAI

PENGERTIAN

CONTOH PENERAPAN DALAM KEHIDUPAN

1

Nilai Agama

Nilai yang berkaitan dengan perilaku benar/salah dalam menjalankan perintah Tuhan.

  - Mengawali setiap aktivitas dengan berdoa 

- Setiap sebelum dan setelah makan mengawali dengan berdoa

2

Nilai Budaya

Nilai yang berkaitan dengan pemikiran, kebiasaan, dan hasil karya cipta manusia.

- Mengatakan permisi setiap lewat di depan orang 

- merayakan ulang tahun 

3

Nilai Sosial

 Nilai yang berkaitan dengan hubungan antarsesama.

 - gotong royong di lingkungan masyarakat 

- nilai tolong menolong sesuai dengan nilai sosial masyarakat desa 

4

Nilai Moral

 Nilai yang berkaitan dengan perbuatan baik/buruk dalam hidup bermasyarakat.

 - menghormati ayah dan ibu 

- mengucapkan terima kasih setiap kali dibantu oleh orang lain. 

 

Thursday, January 7, 2021

Ulasan Teks Artikel

 Artikel yaitu tulisan lengkap dengan media massa, yang membahas isu atau topik tertentu yang aktual secara lugas. Artikel memiliki kesamaan dengan esai karena keduanya sama-sama dapat dijumpai di dalam media massa cetak dan disajikan berdasarkan fakta, namun artikel dikupas secara lebih objektif. Uraian di dalam artikel berangkat dari sesuatu yang dipikirkan dan bukan dari sesuatu yang dirasakan. 

Ciri-ciri utama artikel : 

  1. Berbasis fakta 
  2. Menyatukan opini-opini dengan isu aktual 
  3. Pembahasan objektif
  4. Struktur sistematis 
  5. Bahasa baku 

Artikel selalu mengandung fakta dan opini. 

  1. Fakta merupakan pernyataan yang menggambarkan suatu kenyataan secara apa adanya. 
  2. Opini merupakan pernyataan yang mengungkapkan hasil pemikiran, pandangan, perkiraan, sangkaan, dan sejenisnya tentang suatu fakta. 

Menyusun opini untuk artikel, harus memenuhi persyaratan : 

  1. Opini harus relevan atau diperkuat fakta 
  2. Opini harus logis 
  3. Opini harus jelas 

Struktur teks artikel: 

  1. Isu aktual, yakni berupa sorotan peristiwa aktual. (Isu dalam teks editorial dipilih oleh redaksi media sendiri, sedangkan isu dalam artikel ditentukan berdasarkan minat penulisnya) 
  2. Rangkaian argumentasi berupa pendapat atau opini penulis terkait dengan isi ataupun topik yang dibahasnya. (Dilengkapi sejumlah fakta dari hasil pengamatan, wawancara, maupun dari sumber-sumber tertentu)
  3. Penegasan kembali atas pembahasan sebelumnya. (Dapat disertakan harapan ataupun saran-saran)

Adapula artikel yang tidak memperhatikan isu tertentu. Artikel tersebut diawali dengan pernyataan umum berupa pengenalan masalah ataupun gagasan pokok yang oleh penulis dianggap penting atau menarik untuk dibahas dan dicarikan penyelesaiannya. 

Kata baku adalah kata yang cara pengucapann ataupun penulisannya ssuai dengan kaidah-kaidah standar atau kaidah-kaidah yang dibakukan. 

Ciri-ciri kata baku: 

  1. Tidak dipengaruhi bahasa daerah. 
  2. Tidak dipengaruhi bahasa asing.
  3. Bukan merupakan ragam bahasa percakapan. 
  4. Penulisannya sesuai dengan ejaan bahasa Indonesia. 

Makna denotasi adalah makna yang tidak mengalami perubahan apapun dari makna asalnya. (ibu guru, ibunya Amir) 

Makna konotasi adalah makna yang telah mengalami penambahan-penambahan dari makna asalnya. (ibu kota, ibu jari) 

Istilah adalah kata atau kelompok kata yang pemakaiannya terbatas pada bidang tertentu. 

Kaidah kebahasaan artikel: 

  1. Kata baku 
  2. Impersonal 
  3. Bermakna lugas 
  4. Banyak istilah 
Langkah-langkah menulis artikel:
  1. Menentukan topik (Memahami topik yang akan ditulis) 
  2. Mengenali karakter media massa (Pembacanya adalah orang-orang yang beragam, setiap media masa memiliki segmen pembaca yang tidak sama, penulis harus memahami "selera" dan "misi" setiap penerbitan) 
  3. Mengumpulkan bahan 
  4. Menyiapkan kerangka 
  5. Memperhatikan kaidah kebahasaan yang berlaku di dalam artikel
  6. Etos kerja (Pantang menyerah meskipun artikel yang dikirim berkali-kali tidak dimuat) 

Monday, August 17, 2020

Ulasan Teks Editorial

Editorial atau tajuk rencana yakni artikel pokok dalam surat kabar yang merupakan pandangan redaksi dari media yang bersangkutan terhadap suatu peristiwa yang menjadi sorotannya itu. 

Isi dari editorial : 
  1. Fakta peristiwa atau masalah aktual 
  2. Penegasan pentingnya masalah 
  3. Pendapat redaksi tentang masalah tersebut 
  4. Kritik 
  5. Penilaian 
  6. Solusi atas permasalahan 
  7. Harapan redaksi akan peran serta pembaca 

Karakteristik umum dari editorial : 
  1. Berisi fakta-fakta tentang peristiwa ataupun permasalahan aktual 
  2. Berisi pendapat redaksi tentang peristiwa yang menjadi sorotannya itu, baik berupa kritik, penilaian, harapan, maupun saran-saran 
  3. Terkandung solusi redaksi media yang bersangkutan terhadap suatu permasalahan, mungkin juga beberapa simpulan dan sejumlah saran 

Teks editorial termasuk teks argumentatif karena di dalamnya terkandung sejumlah argumentasi penulisnya berkenaan dengan persoalan yang dipilihnya 

Fungsi editorial yakni menyoroti peristiwa-peristiwa atau masalah aktual 

Struktur teks editorial : 
  1. Pengenalan isu sebagai pendahuluan teks, berupa sorotan peristiwa yang mengandung suatu persoalan aktual 
  2. Penyampaian argumen-argumen sebagai pembahasan, berupa tanggapan-tanggapan redaktur dari media yang bersangkutan berkenaan dengan peristiwa, kejadian, atau persoalan aktual
  3. Simpulan, saran, ataupun rekomendasi sebagai penutup, berupa pernyataan dalam menyelesaikan persoalan yang dikemukakan sebelumnya 
Kaidah teks editorial : 
  1. Banyak menggunakan kata-kata popular (cth : carut-marut, geger, keasyikan, bergosip, di-drop, dropping, cibiran, duit
  2. Banyak menggunakan kata yang merujuk pada waktu, tempat, peristiwa, atau hal lainnya yang menjadi fokus ulasan 
  3. Banyak menggunakan ungkapan-ungkapan persuasif 
  4. Banyak menggunakan pernyataan-pernyataan yang mempertentangkan, yakni ditandai dengan penggunaan konjungsi tetapi, melainkan, meskipun 
  5. Menggunakan kata ganti kita untuk melibatkan pembaca langsung pada topik yang dibahasnya 
Langkah-langkah penulisan editorial  : 
  1. Penentuan topik/peristiwa aktual yang bersifat problematis 
  2. Pengumpulan fakta 
  3. Penyusunan kerangka sesuai dengan struktur utama teks editorial 
  4. Pengembangan kerangka editorial secara lengkap dan utuh dengan memperhatikan kaidah-kaidahnya 
Langkah penyuntingan teks editorial : 
  1. Aspek isi, cermati rumusan fakta dan pendapat-pendapatnya 
  2. Struktur, cermati susunan ataupun hubungan antarbagian-bagiannya 
  3. Kaidah, cermati kalimat-kalimatnya serta kata-katanya, bentuk serta maknanya 
  4. Ejaan/tanda baca, cermati kebakuan dan ketepatan penggunaan ejaan dan tanda bacanya

1. Tentukan masalah atau isu dalam teks editorial tersebut! 2. Tentukan  aspek pendekatan teks - Brainly.co.id
Contoh teks editorial 

Monday, July 20, 2020

Ulasan Surat Lamaran Pekerjaan

Surat lamaran pekerjaan didefinisikan sebagai surat yang berisi penawaran keahlian, kemampuan, atau jasa terhadap suatu perusahaan atau instansi tertentu.

Surat penawaran tergolong surat menjual (sales letter) sehinga harus bersifat persuasif yang artinya harus ditulis dengan gaya yang menarik dan dapat memberikan keyakinan bahwa pelamar benar-benar mempunyai kecakapan, kemampuan, serta kesungguhan untuk bekerja dengan baik.

Isi surat lamaran harus singkat, padat, tidak bertele-tele, dan langsung pada persoalannya. Setidaknya ada 3 hal yang harus diperhatikan dalam isi surat lamaran, yaitu:

  1. Jabatan yang diinginkan 
  2. Identitas pelamar yang meliputi nama lengkap, usia, status pernikahan, alamat, dan tingkat pendidikan 
  3. Kualifikasi pelamar, yaitu latar belakang pendidikan, pengalaman kerja, dan keahlian
Dokumen yang perlu dilampirkan: 
  1. Fotokopi ijazah 
  2. Fotokopi transkrip nilai (IPK)
  3. Fotokopi KTP 
  4. Surat tanda pencari kerja 
  5. Surat referensi 
  6. Surat keterangan berkelakuan baik dari kepolisian 
  7. Surat keterangan sehat 
  8. Surat izin orang tua / wali 
  9. Pasfoto 
Riwayat hidup yang perlu dilampirkan:
  1. Nama lengkap 
  2. Tempat dan tanggal lahir 
  3. Jenis kelamin 
  4. Kewarganegaraan 
  5. Agama 
  6. Status perkawinan 
  7. Tempat tinggal atau alamat 
  8. Riwayat pendidikan 
  9. Pengalaman kerja 
  10. Keahlian khusus 
  11. Referensi 
Struktur surat lamaran pekerjaan:

Membuat Surat Lamaran Pekerjaan (Bagian I)



















sumber gambar: https://www.akubahasa.id/index.php/artikelumum/isibincang/membuat-surat-lamaran-pekerjaan-bagian-i

a. Tempat dan Tanggal Surat

  • Menjelaskan lokasi dan tanggal surat ditulis 
  • Umumnya ditulis pada pojok kanan atas, sejajar dengan hal surat 
  • Format: (Tempat), (Tanggal Bulan Tahun) 
b. Hal Surat 
  • Soal atau perkara yang dibicarakan surat 
c. Lampiran 
  • Penjelas atau jumlah dokumen yang disertakan dalam surat tersebut
  • Format: Lampiran: (jumlah dalam angka / kata) berkas / lembar 
d. Alamat Surat 
  • Alamat Luar 
          Alamat luar adalah alamat yang ditulis pada sampul surat
Contoh Cara Penulisan Amplop Surat Lamaran Kerja Yang Benar – Official  Website Initu.id

  • Alamat dalam 
         Alamat dalam adalah alamat yang ditulis langsung pada kertas surat

e. Salam Pembuka 
  • Salam pembuka berfungsi sebagai penghormatan terhadap pihak yang dituju 
  • Contoh: Dengan hormat, / Dear Sir, / Dear Sirs, 
f. Isi Surat 
  • Alinea Pembuka 
  • Alinea Isi 
  • Alinea Penutup 
g. Salam Penutup 
  • Contoh: Hormat saya, / Wasalam, / Yours faithfully, 
h. Tanda Tangan dan Nama Jelas Pengirim 
  • Pengirim surat adalah pihak yang menulis atau menyampaikan surat 
  • Format: 
          Pelamar, 


          (tanda tangan) 


           Andi Bandi

Unsur Kebahasaan Surat Lamaran Pekerjaan:

1. Tanda baca titik
    aTanda titik dipakai pada akhir kalimat pernyataan
    b. Tanda titik dipakai di belakang angka atau huruf dalam suatu bagan, ikhtisar, atau daftar
    c. Tanda titik dipakai untuk memisahkan angka jam, menit, dan detik yang menunjukkan waktu 
        atau jangka waktu
    d. Tanda titik dipakai dalam daftar pustaka di antara nama penulis, tahun, judul tulisan
    e. Tanda titik dipakai untuk memisahkan bilangan ribuan atau kelipatannya yang menunjukkan 
        jumlah

2. Huruf kapital

    a. Awal Kalimat
    b. Nama 
    c. Sub Bab 
    d. Bulan
    e. Alamat
    f. Sapaan Langsung


3. Penulisan gelar 







Wednesday, March 25, 2020

Ulasan Teks Ceramah

Ceramah adalah pidato yang disampaikan oleh pembicara di depan banyak orang dengan tujuan untuk memberitahukan, memotivasi, menghibur, dan merujuk. 

Unsur-unsur Penting dalam Teks Ceramah : 

  1. Pembicara adalah orang yang menyampaikan ceramah di depan umum. 
  2. Isi adalah materi atau informasi yang akan disampaikan pembicara. 
  3. Pendengar adalah orang yang mendengarkan ceramah. 
Struktur Teks Ceramah :
  1. Pembuka 
  2. Kata-kata Pembuka (Berisikan ucapan terima kasih, syukur, dan sebagainya)
  3. Isi (Memiliki susunan yaitu latar belakang, permasalahan, penyelesaian, ajakan untuk menyelesaikan masalah tersebut)
  4. Penutup (Simpulan dan ucapan terima kasih) 
  5. Salam Penutup  
Ciri-ciri Kebahasaan Teks Ceramah : 
  1. Kata sapaan adalah kata yang digunakan untuk menegur orang yang diajak berbicara atau menyapa orang lain. 
  2. Kalimat tanya retoris adalah kalimat yang tidak membutuhkan jawaban atau respons, kalimat ini cenderung terdengar seperti ejekan atau sindiran yang ditandai dengan kata tanya. 
  3. Kalimat persuasif adalah kalimat yang di dalamnya berisi ajakan. 
Teknik Orasi Ceramah : 
  1. Impromptu
  2. Menghafal 
  3. Naskah 
  4. Ekstemporan
Teknik lain dalam Ceramah : 
  1. Intonasi (Berhubungan dengan nada, tempo, dan jeda. Nada berhubungan dengan tinggi rendahnya suara. Tempo berhubungan dengan cepat lambatnya mengucapkan kalimat) 
  2. Ekspresi (Berhubungan dengan raut wajah yang dimiliki) 
  3. Bahasa tubuh adalah gerakan yang ditimbulkan seseorang. 
  4. Volume (Berhubungan dengan tekanan dan tinggi rendahnya suara) 
Faktor Penting yang Perlu Disiapkan dalam Menyampaikan Ceramah : 
  1. Menentukan tujuan ceramah 
  2. Membuat kerangka ceramah 
  3. Berlatih ceramah di depan cermin 
  4. Meminta pengarahan dari orang yang berpengalaman 
Cara Menulis Teks Ceramah : 
  1. Menentukan Tema dan Kerangka Ceramah (Mengetahui latar belakang pendengar, mencari data/sumber bacaan) 
  2. Mengembangkan dan Menyunting Teks Ceramah (Pengembangan kerangka karangan dengan menguraikan pokok-pokok masalah)
Dalam menyusun teks ceramah harus menggunakan kata-kata yang jelas, tepat, menarik, tidak ambigu, tidak klise, menggunakan kata yang sopan. Ceramah juga dapat disampaikan dengan ungkapan, ilustrasi, contoh, atau cerita yang menarik. 


Kalimat aktif transitif adalah kalimat aktif yang predikatnya membutuhkan sebuah objek, sehingga pola dasar jenis kalimat aktif ini adalah S-P-O. Selain itu, perdikat pada kalimat aktif transitif biasanya menggunakan imbuhan me-, atau memper-.
Contoh : Kami melakukan semua aktivitas di rumah selama pandemi corona. 

Sementara itu, kalimat aktif intransitif adalah kalimat yang predikatnya tidak memerlukan objek, namun bisa ditambahkan dengan Keterangan (K) atau Pelengkap (Pel). Dengan demikian, pola dasar kalimat aktif intransitif bisa berupa S-P, S-P-K, atau S-P-Pel. Adapun predikat pada kalimat aktif intransitif biasanya menggunakan imbuhan ber-, ter, ke-an, dan ber-an. 
Contoh : Kami belajar di rumah. 

Kalimat pasif adalah kalimat yang subjeknya dikenai suatu pekerjaan/tindakan atau aktivitas. 

Contoh : Demi kebaikan bersama, sekolah diliburkan oleh pemerintah. 


Konjungsi (kata penghubung) adalah kata tugas yang fungsinya menghubungkan antarklausa, antarkalimat, dan antarparagraf.

Contoh : Saya dan orangtua saya berolahraga bersama. 

Konjungsi antar klausa merupakan kata penghubung antara dua buah klausa atau lebih. 
Contoh : Konjungsi korelatif, konjungsi koordinatif 

Konjungsi antar kalimat merupakan kata penghubung antara dua buah kalimat atau lebih.
Contoh : Konjungsi sebab akibat 

Konjungsi antar paragraf merupakan kata hubung yang berfungsi menghubungkan dua paragraf sehingga menjadi suatu paragraf yang koheren dan sistematis.
Contoh : Terlebih lagi, berdasarkan 



Monday, March 9, 2020

Teks Eksplanasi-COVID19

Pernyataan Umum : 

   COVID-19 adalah jenis baru coronavirus yang sebelumnya belum pernah diidentifikasi pada manusia. Virus Corona merupakan keluarga virus yang berkisar dari flu biasa hingga MERS Coronavirus (Middle East Respiratory Syndrome coronavirus) dan SARs (Severe acute respiratory syndrome coronavirus). Virus Corona diidentifikasi sebagai penyebab penyakit pada saluran pernapasan atau yang sering disebut pneumonia akut yang menyerang imunitasi tubuh. 

  Bentuk virus yang masih bersaudara dengan penyebab SARS dan MERS ini persis mahkota. Bentuk mahkota ditandai protein S berupa sepatu yang tersebar di sekeliling permukaan virus. Dikutip dari situs LIPI, virus Corona memiliki satu rantai RNA sehingga kerap disebut virus RNA. Virus jenis ini bermutasi lebih cepat dibanding DNA hingga satu juta kali.

Image result for what does corona virus look like

Penjelasan Sebab-Akibat : 

    Virus Corona pertama kali terdeteksi muncul di Kota Wuhan, Tiongkok. Virus ini diketahui pertama kali muncul di pasar hewan dan makanan laut di Kota Wuhan. Dan orang pertama yang jatuh sakit akibat virus ini juga diketahui merupakan para pedagang di pasar itu.

   Dikutip dari BBC, koresponden kesehatan dan sains BBC, Michelle Roberts and James Gallager mengatakan, di pasar grosir hewan dan makanan laut tersebut dijual hewan liar seperti ular, kelelawar, dan ayam. Mereka menduga virus corona baru ini hampir dapat dipastikan berasal dari ular. Diduga pula virus ini menyebar dari hewan ke manusia, dan kemudian dari manusia ke manusia. 

   Virus Corona diketahui pertama menyebar karena transmisi dari hewan, orang yang mengolah, menjual, dan mendistribusikan hewan liar yang membawa virus corona dapat tertular melalui kontak tersebut. Selain itu, virus ini juga dapat bertransmisi dari air yang biasanya berupa cairan tubuh yang keluar sadar berbicara, batuk, dan bersin. Cairan ini dapat membawa virus dari pasien ke orang lain yang berada dalam jarak sekitar satu meter. 

  Virus Corona memiliki masa inkubasi setelah memasuki tubuh manusia hingga menunjukkan gejala-gejala awal. Waktu tercepat inkubasinya adalah 2 sampai 3 hari sedangkan paling lama bisa mencapai 14 hari. Selama virus tersebut dalam masa inkubasi, virusnya masih dapat menular pada orang lain sehingga agak sulit untuk mendeteksi penyebaran virus ini. 

    Setelah masa inkubasi, gejala awal yang ditunjukkan oleh penderita COVID-19 adalah flu. Kemudian disertai dengan demam di atas 38 derajat, batuk kering, dan sesak nafas. Bahkan dalam beberapa kasus dikatakan bahwa penderita juga dapat mengalami gagal napas. 

Interpretasi : 

     COVID-19 merupakan hal yang baru bagi semua orang dan sudah terbukti bahwa penyakit ini dapat menyebabkan kematian terutama pada orang-orang yang sudah lanjut usia dan memiliki penyakit lainnya seperti diabetes, kolesterol tinggi, dan lain-lain. Maka dari itu, beberapa hal yang dapat kita lakukan untuk mencegah tertular virus corona adalah: 
  1. Mencuci tangan dengan air dan sabun minimal 20 detik, atau pencuci tangan yang minimal mengandung 60 persen alkohol.
  2. Hindari menyentuh mata, hidung, dan mulut dengan tangan yang tidak dicuci.
  3. Hindari kontak dekat dengan orang yang sakit.
  4. Menggunakan masker apabila sedang sakit.
  5. Istirahat yang cukup dan rajin berolahraga.


Sumber informasi : 

Sunday, March 8, 2020

Menggali Informasi dalam Teks Eksplanasi

   Teks Eksplanasi adalah teks yang berisi penjelasan tentang proses mengapa dan bagaimana kejadian-kejadian alam, sosial, ilmu pengetahuan, dan budaya terjadi. Misalnya, proses pembuatan batik, bagaimana cara membuat batik, dan darimana batik tersebut berasal. 

Struktur Teks Eksplanasi: 

  1. Pernyataan Umum 
  2. Deretan Penjelas/Urutan Sebab Akibat
  3. Interpretasi
Aspek Kebahasaan Teks Eksplanasi:
  1. Fokus Pada Hal Umum 
  2. Menggunakan Kata Kerja Relasional 
  3. Menggunakan Konjungsi Waktu dan Kausal 
  4. Menggunakan Kalimat Pasif 
Langkah-langkah Menulis Teks Eksplanasi:
  1. Menentukan Topik/Tema 
  2. Menetapkan Tujuan 
  3. Mengumpulkan Data dari Berbagai Sumber 
  4. Menyusun Kerangka Sesuai dengan Topik 
  5. Mengembangkan Kerangka 



CONTOH TEKS 
Pernyataan Umum:
    Tsunami berasal dari bahasa jepang dan terdiri dari 2 suku kata yaitu “tsu” (pelabuhan) dan “nami” (gelombang). Para ilmuwan biasa mengartikan dengan sebutan tidal wave (gelombang pasang) atau seismic sea waves (gelombang laut akibat gempa).
   Tsunami merupakan gelombang laut yang datang secara tiba-tiba dengan kecepatan yang tinggi yang menuju kawasan pantai, disebabkan karena aktivitas gunung berapi atau gempa dibawah laut.
Urutan Sebab-Akibat:
    Saat gempa terjadi dan permukaan dasar laut naik turun di sepanjang patahan maka saat itulah tsunami terbentuk. Patahan itu menyebabkan keseimbangan air laut terganggu. Patahan yang besar akan menghasilkan gelombang yang besar juga.
   Sesaat setelah gempa terjadi, air laut akan mengalami surut. Dan akan kembali ke daratan dalam bentuk gelombang besar (tsunami).
   Tsunami juga terjadi karena letusan gunung berapi di dasar laut yang mengakibatkan tingginya pergerakan air laut atau perairan di dekatnya.
  Tsunami memiliki kecepatan gelombang yang lebih besar daripada gelombang biasa. Bahkan sampai 700km/jam dan hampir sama dengan kecepatan pesawat.
  Biasanya tinggi gelombang tsunami 50 – 100 meter dan menyebar ke semua arah. Ketinggian tsunami juga dipengaruhi oleh bentuk dan kedalaman pantai. Maka dari itu gempa bumi di dasar laut sangat memungkinkan untuk terjadinya tsunami.
Simpulan/Penutup (interpretasi):
  Nyatanya, tsunami menjadi salah satu peristiwa alam yang sangat berbahaya bagi manusia karena bisa menyebabkan kerusakan besar bahkan bisa merenggut ribuan jiwa sekaligus apabila terjadi secara mendadak.
  Maka dari itu kita wajib waspada setiap saat dan menyiapkan diri untuk menghadapi bencana alam tsunami. Walau tidak semua gempa dan letusan gunung berapi di dasar laut menyebabkan tsunami.

Sunday, July 28, 2019

Ulasan Tataran Kebahasaan Teks Prosedur Kompleks (Frasa, Klausa, Kalimat, dan Paragraf)

Frasa

Frasa merupakan gabungan dua kata atau lebih yang memiliki satu arti dan satu jabatan fungsi dalam kalimat.

Contoh :
Nicolas makan nasi goreng di samping lapangan.
     S          P              O                       K

Frasa 1 : nasi goreng
Frasa 2 : di samping lapangan

       1. Pembagian Frasa Berdasarkan Unsur Pembentuk :
           a. Frasa Endosentris
              - Frasa Endosentris Atributif
                Merupakan gabungan dua kata atau lebih yang tidak saling berkaitan dan membentuk frasa.
                Contoh : nasi goreng, sedang mencuci, pergi membeli
              - Frasa Endosentris Koordinatif
                Merupakan gabungan dua kata atau lebih yang saling berkaitan dan membentuk frasa, dan                  apabila diselipkan kata dan, tidak akan mengubah arti kata tersebut.
                Contoh : suami istri, kakak adik, ayah ibu, kakek nenek
              - Frasa Endosentris Apositif
                Merupakan gabungan dua kata atau lebih yang memiliki dua atau lebih unsur inti yang                        tidak saling berkaitan dan mengandung makna lain yang tersirat.
                Contoh : meja hijau, kota pahlawan, lubang buaya
          b. Frasa Eksosentris
             - Frasa Eksosentris Direktif
               Merupakan gabungan dua kata atau lebih yang menggunakan kata depan.
               Contoh : di lapangan upacara, dari rumah, ke sekolah
             - Frasa Eksosentris Nondirektif
               Merupakan gabungan dua kata atau lebih yang menggunakan sebutan si, sang, para, kaum.
               Contoh : si kancil, sang raja, para remaja

       2. Pembagian Frasa Berdasarkan Kelas Kata :
           a. Frasa Benda (nomina)
               Contoh : meja kayu, tempat pensil, kamar mandi
           b. Frasa Sifat (adjektiva)
               Contoh : sangat senang, lebih suka, tidak suka
           c. Frasa Kerja (verbal)
               Contoh : sedang mencuci, berangkat sekolah, sedang menghadapi
           d. Frasa Preposisional (kata depan)
               Contoh : di rumah, di sekolah, di halaman
           e. Frasa Numeral (bilangan)
               Contoh : enam orang, sekuntum bunga, puluhan ribu orang

       3. Pembagian Frasa Berdasarkan Makna :
           a. Frasa Biasa = tidak terdapat makna tersembunyi yang terkandung di dalam frasanya.
               Contoh : meja hijau (meja yang berwarna hijau)
           b. Frasa Idiomatik = terdapat makna tersembunyi yang terkandung di dalam frasanya.
               Contoh : meja hijau (bukan meja yang berwarna hijau tetapi pengadilan)


Klausa

Klausa merupakan kata/frasa yang mempunyai dua jabatan fungsi (S + P).

Contoh :
Mario tidur
    S       P

  Ciri-Ciri Klausa :
     1. Berupa kelompok kata.
     2. Biasanya antara subjek dan predikat dapat disisipi 'yang'.
     3. Merupakan dasar pembentuk kalimat.


Kalimat

Kalimat merupakan rangkaian kata/frasa yang mengandung satu pengertian dan diakhiri dengan intonasi selesai/final.

  Ciri-Ciri Kalimat :
     1. Merupakan satu kesatuan bahasa yang memiliki fonem dan morfem. Fonem adalah bunyi pada           sebuah bahasa yang membedakan makna dalam sebuah kata, sedangkan morfem adalah bentuk           bahasa yang mengandung arti pada sebuah kata. 
     2. Dapat berdiri sendiri meskipun tidak ditambah dengan kalimat lengkap.
     3. Mempunyai pola intonasi akhir.
     4. Adanya huruf kapital dan tanda baca dalam sebuah kalimat.


Paragraf

Paragraf adalah rangkaian kalimat yang mengandung satu pikiran pokok dan beberapa pikiran penjelas.

  Ciri-Ciri Paragraf :
     1. Mengandung satu pikiran pokok.
     2. Terdapat beberapa pikiran penjelas.
     3. Bersifat kohesi (adanya kepaduan antarbagian atau unsur pembentuk paragraf / saling                           berkaitan).
         Penanda kohesi : pengulangan kata, kata kunci, konjungsi, petunjuk.
     4. Bersifat koherensi (adanya kesatuan makna)

  Jenis-Jenis Paragraf :

     1. Berdasarkan Letak Kalimat Utama :
         a. Deduktif (kalimat utama berada di awal paragraf)
         b. Induktif (kalimat utama berada di akhir paragraf)
         c. Campuran
         d. Ineratif (kalimat utama berada di tengah paragraf)

     2. Berdasarkan Fungsinya :
         a. Deskripsi       = Paragraf yang menjelaskan sesuatu sehingga kita dapat membayangkan                                                 gambarannya tanpa perlu melihat langsung.
         b. Narasi            = Paragraf yang isinya berupa cerita tentang suatu peristiwa atau kejadian serta                                         bagaimana peristiwa itu berlangsung berdasarkan urutan waktu.
         c. Eksposisi       = Paragraf yang bertujuan untuk menjelaskan dan memaparkan dengan gaya                                            penulisan yang singkat, akurat, dan padat.
         d. Persuasi         = Paragraf yang bertujuan untuk mengajak atau mempersuasi pembaca agar                                             mengikuti keinginan penulis dengan cara memberikan alasan dan prospek.
         e. Argumentasi = Paragraf yang gagasan utamanya dikembangkan dengan memaparkan
                                      pendapat, ulasan, pokok bahasan, dan ide pribadi penulisnya.

Monday, February 18, 2019

Ulasan Teks Debat

Debat pada hakikatnya adalah adu argumentasi antarpribadi atau antarkelompok manusia, dengan tujuan mencapai kemenangan untuk suatu pihak. Dalam debat, setiap pribadi atau kelompok mencoba menjatuhkan lawannya, supaya pihaknya berada pada posisi yang benar. 

Tujuan dari debat adalah kedua belah pihak yang mencoba membangun suatu kasus yang didukung dengan argumen-argumen yang pro atau kontra berdasarkan pada pertanyaan apa, mengapa, dan bagaimana, serta diakhiri kesimpulan. 

Pada praktik debat, para peserta debat harus memiliki kemampuan bahasa yang baik, pengetahuan yang luas, dan kesantunan berbahasa untuk menanggapi sebuah kasus. 

Hal-hal yang berkaitan dengan isi teks debat adalah:

PERMASALAHAN 
Permasalahan merupakan pernyataan yang membahas mengenai suatu topik dalam debat. Topik tersebut menentukan arah dan isi dari suatu debat. Biasanya pernyataan topik ini bersifat pernyataan positif. 

ARGUMENTASI 
Setelah permasalahan tersebut ditentukan oleh kelompok-kelompok debat, maka setiap kelompok wajib menyampaikan argumentasi-argumentasi dari masing-masing pihak mengenai alasan pihak tersebut mendukung atau tidak mendukung topik tersebut. Pendapat yang disampaikan akan menjelaskan sudut pandang tertentu yang seharusnya diterima. Pendapat yang baik bersifat logis atau relevan dengan hal yang ingin dibuktikan. Argumen yang baik meliputi pertanyaan, alasan, bukti, dan simpulan. 

TANGGAPAN
Tanggapan adalah respons terhadap argumen dari tim lawan. Sanggahan yang disampaikan dalam debat bertujuan untuk membuktikan bahwa tim lawan memiliki pendapat yang tidak sebagus atau selogis tim lawan. Sama seperti argumen, sanggahan harus memuat alasan, bukti, dan simpulan yang tepat dan logis. 

SUDUT PANDANG
Pernyataan setuju atau tidak setuju terhadap suatu permasalahan dalam debat dinamakan sudut pandang. 

SIMPULAN
Simpulan adalah pengungkapan inti atau pokok permasalahan debat. 

Hal-hal yang harus diperhatikan dalam menulis isi teks debat adalah: 

  1. Kenali bentuk perdebatan yang sudah Anda saksikan atau Anda dengarkan.
  2. Kumpulkan informasi dari hasil debat yang Anda saksikan atau Anda dengarkan.
  3. Susunlah kerangka penulisan teks debat dengan memperhatikan struktur teks debat. 
  4. Kumpulkanlah argumen-argumen dari teks debat yang disaksikan atau didengarkan.
  5. Tuliskan beberapa sanggahan dari teks debat yang disaksikan atau didengarkan.
  6. Kembangkan teks debat sesuai dengan kerangka yang telah dibuat. 

Langkah untuk lebih memahami penentuan masalah dalam sebuah debat: 
  • Memilih topik permasalahan debat yang menarik 
  • Membatasi pokok permasalahan pada debat 
  • Mengumpulkan bahan-bahan permasalahan debat 
  • Menyusun bahan-bahan permasalahan debat 
Unsur-unsur dalam debat: 
  • Adanya mosi atau topik permasalahan yang diperdebatkan 
  • Adanya tim afirmasi (yang setuju dengan mosi) 
  • Adanya oposisi (yang tidak setuju dengan mosi) 
  • Adanya tim netral 
  • Adanya moderator atau pemimpin debat 
  • Adanya penonton atau juri 

Konsep debat: 
  1. Pertentangan argumentasi 
  2. Diskusi teratur oleh dua pihak yang berseberangan 
  3. Ada tim pro dan tim kontra 
  4. Pemerintah melawan oposisi
*) Jangan sekali-kali mengiyakan argumen lawan 


Konsep dasar debat: 
  • 20-30% berbicara
  • 70% mencatat 
Dalam debat terdapat: 

MOSI adalah topik yang diperdebatkan.
Mosi debat melawan status quo. 
Status quo: keadaan tetap, pada suatu saat tertentu; keadaan sekarang; kemapanan. 

DEFINISI

ARGUMENTASI
  • Inti dari perdebatan 
  • logis dan masuk akal 
  • Prinsip AREL (assertion/penyataan yang tegas, reasoning/alasan, eviden/bukti, link back/kesimpulan) 
  • Terstruktur (pernyataan, alasan, contoh/pendukung, simpulan) 
SANGGAHAN 

SIMPULAN

*) Debat diawali pembicara tim pro 

Peran pembicara: 
  • Pembicara 1: menjelaskan pondasi debat
  • Pembicara 2: wajib memberi sanggahan + poin argumen 
  • Pembicara 3: wajib memberikan sanggahan + tidak boleh memberikan argumen baru 
  • Simpulan: memberi kesimpulan, tidak boleh ada sanggahan (hanya boleh dilakukan pembicara 1 atau pembicara 2) 
INTERUPSI
  • Interupsi bisa dilakukan setelah berjalan 1 menit.
  • Durasi interupsi dalam 15 detik.
  • Bebas beberapa kali interupsi (idealnya 2 kali). 
*) Dalam debat, peserta tidak diperkenankan membawa media selain print out. 

Contoh lomba debat: 

Sunday, January 13, 2019

Ulasan Teks Negosiasi


    Negosiasi adalah proses tawar-menawar dengan cara berunding guna mencapai kesepakatan bersama antara satu pihak (kelompok atau organisasi) dan pihak (kelompok atau organisasi) yang lain. Dan negosiasi merupakan salah satu bentuk interaksi sosial yang berfungsi untuk mendapatkan kesepakatan bersama di antara pihak yang memiliki perbedaan tujuan atau kepentingan. Dalam negosiasi, pihak-pihak yang terlibat berusaha untuk menyelesaikan berbagai perbedaan dengan cara yang baik tanpa ada pihak yang dirugikan. 

Unsur-unsur yang terkandung dalam negosiasi:
  1. Pengajuan merupakan tahapan awal dalam negosiasi. Dimana salah satu pihak mengajukan usulan dalam proses negosiasi.                                                                                          Misalnya menawarkan harga dalam proses jual beli. Kemudian, pihak yang lain mengajukan tanggapan terkait usulan yang diutarakan pihak pengajuan. 
  2. Penawaran merupakan inti dalam negosiasi. Dikatakan demikian karena dalam penawaran, pihak-pihak yang terlibat melakukan negosiasi untuk mencapai kesepakatan bersama. 
  3. Persetujuan biasanya terjadi ketika pihak yang mengajukan pengajuan menyepakati tentang apa yang dinegosiasikan. 
Kelebihan dalam negosiasi: 
  1. Negosiasi dapat memberikan kemudahan bagi pihak-pihak yang bernegosiasi untuk menentukan pilihannya. 
  2. Negosiasi dapat memberikan ruang kepada pihak-pihak yang bernegosiasi untuk menentukan kesepakatan bersama sehingga tidak ada pihak yang dirugikan. 
  3. Semua pihak berhak memperoleh kesempatan untuk menjelaskan berbagai persoalan ketika bernegosiasi. 
Struktur teks negosiasi: 
  1. Orientasi terjadi pembukaan obrolan. Mulai dari ucapan salam, kemudian menjelaskan apa yang hendak diperbincangkan. 
  2. Permintaan terjadi ketika dua pihak saling mengutarakan keinginan dan memberikan maksud serta tujuan. 
  3. Pemenuhan, bagian ini menjawab bagian permintaan. 
  4. Penawaran, salah satu pihak memberikan penawaran kepada pihak lainnya. 
  5. Persetujuan, tanggapan pihak yang diberi penawaran kepada pihak yang menawarkan. 
  6. Penutup, ucapan terima kasih dan salam singkat. 
Ciri kebahasaan teks negosiasi: 
  1. Menggunakan bahasa yang santun;
  2. Terdapat ungkapan yang bersifat persuasif (mengajak, membujuk);
  3. Terkadang terdapat bahasa yang bersifat memerintah atau memaksa;
  4. Adanya pasangan tuturan atau partisipan; dan
  5. Jika berbentuk dialog, maka terdapat tanda baca titik dua (:) dan tanda petik ("...") 
Tips untuk menyusun teks negosiasi: 
  1. Menentukan topik 
  2. Menyusun kerangka dari setiap unsur teks negosiasi 
  3. Mengembangkan kerangkanya menjadi teks negosiasi
Komponen dalam negosiasi: 
  1. Ada dua pihak yang melakukan negosiasi 
  2. Terjadi proses tawar-menawar 
  3. Terdapat tujuan negosiasi 
Contoh negosiasi yang kerapkali kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari: 
  • Ketika kita sedang berbelanja di toko atau pasar maka kita terlibat dalam tawar-menawar terkait harga barang yang akan dibeli. 
  • Ketika mengajukan proposal peminjaman uang ke pihak bank maka kita terlibat dalam tawar-menawar terkait jumlah uang yang akan dipinjamkan.

Thursday, November 15, 2018

Teks Pidato "Pentingnya Introspeksi Diri"

      Selamat pagi yang saya hormati, bapak Thomas Kristo, selaku kepala sekolah SMAK PENABUR Kota Tangerang. Yang saya hormati bapak ibu guru sekalian, serta yang saya kasihi teman-teman kelas 10, 11, dan 12 SMAK PENABUR Kota Tangerang. Puji syukur patut kita panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan rahmatNYA yang telah mengumpulkan kita semua di tempat ini dengan cuaca yang baik. Saya, Christina, selaku perwakilan OSIS bidang 2 pada hari ini akan menyampaikan pidato mengenai pentingnya introspeksi diri. Tentunya hadirin sekalian sudah berulangkali mendengar kata introspeksi diri, namun hari ini saya akan menyampaikan kembali tentang pentingnya atau manfaatnya introspeksi diri. 

     Mungkin kita semua memang sudah sering mendengar kata introspeksi diri, tetapi apakah kita terbiasa melakukannya? Atau mungkin apakah kita terbiasa melakukannya? Atau mungkin apakah kita pernah melakukannya? Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa masyarakat era modern memang cenderung bersikap egois dan tidak mau disalahkan. Maka dari itulah sangat diperklukan penjelasan mengenai pentingnya introspeksi diri, agar masyarakat sadar dan tergerak juga melakukannya. 

      Tentunya memiliki kesadaran untuk mengintrospeksi diri tidaklah mudah, tetapi sebagai manusia yang dewasa, sudah selayaknya kita mengintrospeksi diri. Karena dengan mengintrospeksi diri berarti kita bercermin dan merenungkan kembali segala hal yang telah kita lakukan, yang tentunya masih banyak hal yang perlu dibenahi dalam sikap dan perilaku kita dalam mengambil keputusan. Selain itu, dengan mengintrospeksi diri berarti kita menunjukkan bahwa kita sudah cukup dewasa untuk menyadari dan menerima kekurangan dalam diri kita serta bersedia untuk memperbaikinya. 

       Selain itu, interospeksi diri ini bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja. Banyak orang yang melakukan interospeksi diri di penghujung hari sebelum mereka beristirahat. Mereka mengingat kembali segala hal yang telah mereka lakukan pada hari itu dan mengambil sebuah pelajaran yang bisa menjadi orang tersebut menjadi lebih baik lagi kedepannya. Karena seringkali kita tidak menyadari bahwa hal-hal yang telah kita lakukan itu  sering menyakiti hari orang lain. Sehingga kita perlu melakukan interospeksi diri agar kita menyadari dan kita tidak mengulangi hal itu lagi. 

     Maka dari itu, saya berharap pidato ini dapat mengingatkan bapak ibu guru serta teman-teman sekalian tentang pentingnya introspeksi diri. Dan apabila ada kata-kata saya yang kurang berkenan di hati bapak ibu guru dan teman-teman sekalian, saya mohon maaf. Sekian pidato saya hari ini, atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih. 







Sunday, October 21, 2018

Pentingnya Introspeksi Diri

    Introspeksi diri sangat penting diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Introspeksi diri berarti mengevaluasi diri mengenai segala hal yang telah kita lakukan dalam kurung waktu tertentu. Dengan mengintrospeksi diri berarti kita menyadari kekurangan dalam diri kita dan bersedia untuk memperbaikinya.

   Tjiptadinata Effendi, seorang grandmaster reiki yang juga sudah menulis beberapa buku tentang kehidupannya, menuliskan pada laman kompasiana bahwa introspeksi diri atau evaluasi diri, dapat juga dikatakan sebagai langkah untuk bercermin diri, berpatut diri dan memeriksa. Mungkin masih ada hal-hal yang perlu dibenahi dalam perilaku dan sikap kita dalam mengambil sebuah keputusan. Terutama keputusan yang menyangkut masalah kehidupan kita dan kehidupan orang lain.

  Selain itu, Tjiptadinata Effendi juga menganalogikan introspeksi diri dengan sebuah kapal yang berlayar. Kapten kapal perlu untuk selalu melakukan evaluasi dan tidak mempercayakan semuanya begitu saja kepada awak kapalnya, karena bila salah memberikan kepercayaan, maka karena kesalahan kecil dapat menyebabkan kapal karam. Menurut Tjiptadinata Effendi, kita adalah kapten dari kehidupan kita.

   Jadi, introspeksi diri sangatlah penting dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Selain dapat menyadari kekurangan dalam diri, kita juga dapat memperbaiki diri agar menjadi orang yang lebih baik lagi. Maka dari itu, pentinglah bagi kita untuk mengintrospeksi diri atau mengevaluasi diri.

Penulis: Christina Angeline
Penyunting: Hannie

Saturday, October 20, 2018

Laporan Edufair AKT 2018



       Tanggal 21-22 September yang lalu, SMAK Penabur Kota Tangerang mengadakan education fair dengan mengundang berbagai universitas untuk membuka stand dan melakukan sesi tanya jawab dengan kami para siswa. Education fair atau yang biasa sering disingkat menjadi edufair bertujuan untuk membantu siswa-siswi agar mengetahui jurusan-jurusan yang ada di dunia perkuliahan, selain itu juga untuk mengenalkan universitas-universitas yang unggul dalam jurusan tersebut. Tahun ini juga masih dalam suasana Indonesia sebagai tuan rumah Asian Games, edufair SMAK Penabur Kota Tangerang mengangkat tema "Bright As The Sun" yang adalah official song dari Asian Games 2018. 

      Pada tahun ini, SMAK KT berhasil mengundang 42 universitas dan instansi pendidikan yang sangat bervariasi pilihan jurusan perkuliahannya. Selain itu, universitas ini tidak untuk pendidikan dalam negeri, tapi ada juga yang menawarkan pendidikan di luar negeri seperti Jerman, Canada, dan China. Juga ada banyak perkuliahan yang menawarkan program double degree atau dual degree yaitu dengan beberapa tahun berkuliah di Indonesia lalu akan mendapat kesempatan untuk berkuliah di negara-negara lain yang bekerjasama dengan universitas tersebut. 

        Dalam acara edufair ini kami siswa-siswi dibentuk dalam 3 kelompok besar untuk mengunjungi setiap stand universitas yang ada dengan diberi waktu kurang lebih 4 jam 30 menit dengan diselingi dengan makan siang. Setiap harinya kami diberikan target untuk bisa mengunjungi 15-20 stand universitas. Beberapa universitas yang saya kunjungi adalah Ukrida, STP Trisakti, Universitas Bunda Mulia, University of Toronto, Esmod Jakarta, Raffles University, Esa Unggul, Swiss German University, Binus University, Universitas Pelita Harapan, dll. 

        Kesan saya dalam pengalaman pertama mengikuti edufair ini tentunya saya merasa sangat terbantu untuk menentukan jurusan dan universitas yang akan saya tuju nantinya. Tetapi saya ingin menyampaikan beberapa saran untuk tim panitia, karena saya merasa waktu yang disediakan untuk mengunjungi 42 stand universitas sangatlah kurang. Saya berharap tahun-tahun kedepan waktu yang disediakan untuk mengunjungi stand lebih banyak lagi.